Skip to main content

Perbandingan: Pasar Saham, Pasar SBN , SRBI

Perbandingan: Pasar Saham · Pasar SBN · SRBI

Perbandingan: Pasar Saham · Pasar SBN · SRBI

Persamaan, perbedaan, dan contoh nyata tiap instrumen — disajikan ringkas dan mudah dibaca.

Topik & Subtopik

  • Topik 1: Karakteristik dasar (definisi, jangka waktu, risiko)
  • Topik 2: Fungsi ekonomi & peran pelaku pasar
  • Topik 3: Dampak aliran modal (jual/beli nonresiden) dan implikasi makro
  • Topik 4: Contoh kasus & rekomendasi untuk investor / regulator

Ringkasan singkat (perbaikan teks)

Secara singkat: Pasar Saham adalah tempat transaksi kepemilikan perusahaan; Pasar SBN adalah pasar obligasi pemerintah; dan SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) adalah instrumen jangka pendek yang diterbitkan BI untuk mengelola likuiditas rupiah. Meski ketiganya tercatat pada aliran modal nonresiden, profil risiko, jangka waktu, dan fungsi ekonomi masing-masing berbeda.

Catatan: tabel di bawah memberi perbandingan terperinci dan contoh nyata.

Tabel Perbandingan (scroll vertikal & horizontal)

Aspek / Instrumen Definisi singkat Jangka waktu khas Profil risiko Imbal hasil umum Fungsi utama Pelaku utama Dampak aliran nonresiden Contoh nyata Rekomendasi cepat
Pasar Saham Perdagangan saham emiten — kepemilikan perusahaan. Tidak terbatas; sering jangka menengah/panjang (1+ tahun). Tinggi — volatilitas harian, sensitif terhadap sentimen. Potensi capital gain + dividen (variabel). Membiayai perusahaan, alokasi modal ekonomi. Ritel, institusi, investor asing (nonresiden). Jual neto asing → IHSG turun, kepercayaan pasar terganggu. Investor asing jual saham big-cap saat krisis → IHSG koreksi mingguan. Diversifikasi, cut loss, horizon investasi jelas.
Pasar SBN Surat Berharga Negara — obligasi pemerintah RI. Menengah–panjang (1–30 tahun, tenor umum: 5,10,15,20 tahun). Relatif lebih rendah dibanding saham; terpengaruh risiko suku bunga. Kupon tetap/variabel; cenderung stabil untuk tenor panjang. Membiayai APBN & investasi publik. Bank, asuransi, manajer investasi, investor asing. Jual neto asing → yield naik → biaya pinjaman publik naik. Nonresiden beli SBN tenor 10 thn saat yield menarik → arus masuk jangka menengah. Perhatikan duration, hedging suku bunga untuk portofolio.
SRBI Sekuritas Rupiah BI — instrumen moneter jangka pendek (BI). Jangka pendek (contoh: 3, 6, 12 bulan). Rendah — diterbitkan/dijamin oleh bank sentral. Imbal hasil diskonto/kupon relatif stabil namun tergantung kebijakan BI. Mengelola likuiditas rupiah & operasi pasar moneter. Bank, lembaga keuangan, investor institusi, nonresiden tertentu. Jual neto cepat → likuiditas pasar uang berkurang; BI perlu intervensi. BI terbitkan SRBI 12 bulan; saat gejolak, investor asing melepas SRBI → jual neto tercatat. Amati kebijakan BI, maturities, dan kondisi likuiditas domestik.
Perbandingan likuiditas Likuiditas tertinggi pada instrumen pasar uang (termasuk SRBI), saham likuid bervariasi. Penarikan di SRBI berdampak cepat; di SBN berdampak pada yield; di saham berdampak pada harga & sentimen. Sesuaikan alokasi berdasarkan kebutuhan likuiditas.
Respons terhadap kebijakan global Semua sensitif terhadap suku bunga global; saham sangat reaktif. Kenaikan Fed rate: bisa picu outflow di saham & SBN; SRBI terpengaruh arus modal jangka pendek. Contoh: pengumuman Fed → koreksi pasar saham & naiknya yield SBN. Monitor calendar ekonomi & forward guidance bank sentral.

Penutup & Rekomendasi Singkat

  • Investor ritel: sesuaikan alokasi dengan horizon & toleransi risiko; jangan lupa cadangan likuiditas.
  • Investor institusi: gunakan hedging bila memegang SBN dengan durasi panjang saat volatilitas naik.
  • Regulator/BI: siap intervensi likuiditas jika arus SRBI menyebabkan gangguan pasar uang; komunikasikan kebijakan secara jelas.

Catatan: konten ini bersifat edukatif — untuk keputusan investasi, pertimbangkan saran profesional dan data lengkap yang relevan.

Comments

Popular posts from this blog

Free Float dan Kategori Pemegang Saham

Struktur Kepemilikan dan Jabatan dalam Perusahaan

Volume Frekuensi Nilai & Kapitalisasi Pasar